Usia
lanjut (lansia) adalah proses yang tidak dapat dihindari. Memasuki masa lansia, sangat diperlukan peran dari keperawatan
untuk mempertahankan derajat kesehatan pada lansia dengan taraf yang
setinggi-tingginya supaya terhindar dari penyakit atau gangguan supaya lansia
tersebut masih dapat memenuhi kebutuhan dengan mandiri (Mubarak, 2005).
Kecemasan
merupakan penyakit yang rentan menyerang lansia. Salah satu manfaat relaksasi
dengan terapi musik yaitu dapat mencegah dan menurunkan kecemasan. Penelitian ini
menggunakan kuasi eksperimen pre-post with control group. Sebanyak 60 sampel
penelitian dibagi menjadi dua kelompok, 30 sampel eksperimen dan 30 sampel
control diambil secara acak disebuah panti di Yogyakarta. Instrument penelitian
yang digunakan adalah modifikasi Hamilton Rating Scale For Anxiety (HRS-A) dan
terapi dengan kaset campur sari langgam Jawa Waljinah. Ada perbedaan bermakna
pada kelompok eksperimen (p=0,00 , a=0,05) dengan penurunan mean 8,58 atau
14,3% dan penurunan yang bermakna pada kelompok control (p=0,01 , a=0,05)
dengan penurunan mean 2,04% atau 3,4%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
terapi musik langgam Jawa secara signifikan dapat menurunkan tingkat kecemasan
terutama gejala kecemasan sedang dan berat pada lansia. (Junaidi dan Zolkhan, 2010)
Masalah
psikologis lainnya yang cukup sering menyerang lansia adalah depresi. Terapi
musik dapat pula digunakan untuk menurunkan tingkat depresi pada lansia. Penelitian
ini menggunakan studi kuasi-eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-setara.
Populasinya adalah semua lansia di Wening Ungaran Satuan Rehabilitasi Sosial
sebanyak 96 orang. Sampling data menggunakan teknik purposive sampling dan
diperoleh 36 responden. Tingkat depresi diukur dengan menggunakan SDG.Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat
depresi sebelum diberikan terapi musik klasik sebagian besar pada kategori
sedang yaitu 61,7% pada kelompok intervensi dan 66,7% pada kelompok kontrol.
Tingkat depresi sesudah diberikan terapi musik klasik pada kelompok intervensi
sebagian besar pada kategori ringan yaitu 66,7%, sedangkan pada kelompok
kontrol pada kategori sedang (66,7%). Ada perbedaan terhadap tingkat depresi
lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik pada kelompok
intervensi (p value 0,003) di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran.
Tidak ada perbedaan terhadap tingkat depresi lansia pada kelompok kontrol di
akhir penelitian (p-value 0,815) di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo
Ungaran . Ada pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat
depresi lansia (p-value 0,037 < α (0,05) di Unit Rehabilitasi Sosial Wening
Wardoyo Ungaran. (Bambang, 2014)
Gejala
insomnia juga merupakan faktor yang rentan menyerang lansia. Mencakup kesulitan
dalam memulai tidur, sering terbangun, terbangun pada dini hari, keluhan sakit
kepala pada siang hari, dan badan terasa lemas. Terapi musik juga dapat
mengurangi gangguan tidur, membuat rileks, dan mampu menghilangkan perasaan
yang tidak menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
pemberian terapi musik terhadap penurunan gejala insomnia pada lansia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasy Eksperiment dengan rancangan
Pretest- Post Test Design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh lansia di
Panti Werda Rindang Asih II Bongsari Semarang yang mengalami gejala insomnia.
Metode pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling yang melibatkan
20 responden. Hasil uji perbedaan rerata gejala insomnia dengan uji Wilcoxon
Signed Ranks Test diperoleh p value =0,000 yang berarti p value <0,05. Hasil
penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi musik terhadap penurunan gejala
insomnia pada lansia.
(Anaya,2014)
Prevalensi
penderita hipertensi pada lansia di Indonesia tergolong cukup tinggi. Terapi musik juga dapat digunakan untuk menurunkan
tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui intervensi musik klasik (Mozart) dapat menurunkan tekanan darah
sistolik pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Lansia. Penelitian ini
menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan rancangan penelitian One Group
Pretest Post Test Design dan dilakukan di Posyandu Lansia “SHIHAT” Wilayah
Kerja Puskesmas Air Dingin Kecamatan Koto Tangah Padang Tahun 2011. Populasinya adalah semua lansia yang menderita
hipertensi yang berkunjung ke Posyandu lansia “SHIHAT” dan pengambilan sampel
dilakukan secara Total Sampling. Data dikumpulkan dengan cara mengukur tekanan
darah dan melalui lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 20 orang
responden hanya 11 orang responden yang memenuhi kriteria sampel untuk
dijadikan responden. Seluruh responden (100%) yang menderita tekanan darah sistolik
yang tinggi sebelum diberikan terapi musik klasik (Mozart), mengalami penurunan tekanan darah
sistolik rata-rata 6 mmHg setelah diberikan terapi musik klasik (Mozart).
Penerapan terapi musik klasik (Mozart) berpengaruh terhadap penurunan tekanan
darah sistolik pada lansia dengan hipertensi yang di uji melalui Uji Wilcoxon
nilai P value 0,003. (Jasmarizal dan Lenni, 2011)
Manfaat utama penggunaan musik sebagai terapi adalah untuk
relaksasi dan mengurangi stres, yang membantu tubuh untuk mengakses dan
kemudian melepaskan material yang masih terkunci dalam-dalam. Penelitian ini menggunakan terapi
musik Islami sebagai relaksasi untuk lansia di Posyandu Lansia Kurnia
Jemurwonosari Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji
kelayakan dan menghasilkan produk terapi musik Islami sebagai relaksasi untuk
lansia. Peneliti menggunakan metode penelitian pengembangan (R & D) untuk
mengembangkan dan mendapatkan hasil yang baik dan maksimal, dengan jenis
penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian dan uji coba di
lapangan ditemukan bahwa proses terapi musik Islami sebagai relaksasi untuk
lansia di Posyandu Lansia Kurnia dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu 1) Pembimbing
terapi musik memberikan penjelasan awal mengenai terapi musik dan juga
kegunaannya bagi lansia, 2) Proses terapi musik yaitu para lansia
diperdengarkan musik yang digunakan sebagai terapi musik selama 5 menit, 3)
Diskusi dan evaluasi. Hasil akhir dalam penghitungan angket peserta terapi
musik Islami sebagai relaksasi untuk lansia berjumlah 80,94 % (sangat efektif).
Dan produk terapi musik Islami yang dirancang memenuhi standart uji dengan
kategori sangat tepat dengan hasil akhir 83,33 %.(Ayad dan Agus, 2013)
Dari uraian diatas
dapat disimpulkan bahwa rileksasi dengan terapi musik sangat efektif untuk
membantu menurunkan tingkat kecemasan, depresi, gejala insomnia maupun tekanan
darah pada lansia.
______________
1. (Junaidi
dan Zolkhan, 2010) Noor, Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Lansia Melalui Terapi
Musik Langgam Jawa.
2. (Jasmarizal dan Lenni, 2011) Pengaruh terapi musik klasik (mozart) terhadap penurunan
tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja puskesmas
air dingin kecamatan Koto Tangah Padang tahun 2011)
3.
(Ayad
dan Agus, 2013)
Santoso, Studi Pengembangan Terapi Musik Islami Sebagai
Relaksasi Untuk Lansia.
4.
(Bambang, 2014) Marzuki, Pengaruh terapi musik
klasik terhadap tingkat depresi pada lansia di unit rehabilitasi sosial Wening
Wardoyo Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang.
5.
(Anaya, 2014) Efektifitas pemberian
terapi musik terhadap penurunan gejala insomnia pada lansia di panti werda
rindang asih II
Bongsari Semarang.
0 komentar:
Posting Komentar